Papa menyemprotku habis-habisan setelah mendengar ceritaku, tubuhnya bergetar menahan amarah, mama membelaku dan terus menghiburku. XNXX Jepang Gembira hatiku melihat hasil rekapku, kuperiksa lagi dan semua tepat, tidak ada kesalahan lagi kurasa. Aku mulai agak semangat lagi setelah meminum segelas kopi . Aku kaget saat jari tangannya mulai menjepit hidungku, sehingga mau tidak mau aku harus menelan habis seluruh air maninya agar tidak membasahi kemejaku yang masih menempel di badan. Didorong rasa penasaran akhirnya kutelusuri asal suara itu, kudekati ruang Pak Hendro, jendelanya sudah tertutup oleh tirai. Sambil terus bercumbu kukaitkan kedua kakiku ke belakang tubuhnya, tangannya yang nakal kembali memijat, mencubit kasar kedua putingku.




















