Seandainya saja?Sekira 200 meter jalan lancer, tiba-tiba kemacetan datang lagi, makin sumpek aja aku, akhirnya kulihat didepan ada toko kecil dengan tempat parkir yg agak luas, akhirnya lampu sent mobil kunyalakan kekiri dan aku berhenti, meski masih ada rokok, kuniatkan beli lagi sambil beli minuman ringan, sambil berharap perempuan di angkot belakang bisa ketahuan lagi jejaknya.Alamak.. Bokep STW Kulihat perempuan itu masuk juga ke dalam toko, sambil tersenyum tipis dia menuju ke penjual toko itu dan kulihat membeli lima buah indomie, susu dancow dan kopi instant lima sachet.“Lho rumahnya dimana Mbak?” tanyaku sambil tersenyum.“Oh saya kos dibelakang toko ini, Mas,” jawabnya sambil mencari dompet dari dalam tasnya.“Nama saya Iwan, boleh kenalan Mbak?” tanyaku sambil menjulurkan tangan buat bersalaman.“Saya Naina, Mas,” jawabnya sambil senyum dan menjabat tanganku..Busyet tangannya mulus sekali dan hangat sekali agak berkeringat.“Berapa Mbak?” kata Naina pada penjual toko sambil mengeluarkan dompetnya.“Dua puluh sembilan ribu lima ratus




















