Aku menghiraukannya, aku berjalan ke arah pintu sambil berkata, “Kalau ga ada urusan, aku pergi…”. Vidio XNXX Aku rasanya ingin sekali mengakhiri hidupku ini. Aku kembali mengistirahatkan badanku kembali membiarkan Candra melanjutkan genjotannya hingga beberapa menit, dan Candra pun berhasil berejakulasi dengan menyemprotkan spermanya dalam kantong kondom yang ia kenakan.“Hehehe, jangab kapok ya layani gue…”, kata Candra lalu menarik lepas penisnya dari vaginaku. Cukup sepong saja!”, aku menolaknya. Air mataku terus mengalir. Sambil menepuk pundak Candra, Dwi pun berkata, “Lain kali bro, gue capek hari ini, tadi kerjaan banyak…”, lalu ia keluar dari kamar kost.Syukurlah, aku sudah tidak kuat sekarang, hanya bisa menunggu Candra menyelesaikan kemauannya. “Tapi…”, kataku. Biasanya aku main ke kamar Mas Wahyu jika sedang bete, dan kadang-kadang dia yang naik ke lantai dua untuk mengunjungiku jika ia merasa ingin bercinta.Aku masuk ke kamarku seperti biasa, pulang dari sekolah, mandi dan segera istirahat.




















