“Enaaak….sayaaaaang ”, Tanya mama. “Mama lemes sekali sayang….. Bokep Thailand “Mas, rambutmu itu sudah mulai banyak lagi yang putih…sini mama cabutin”, kata mama yang biasanya selalu mencabuti ubanku bila datang ke Bandung. Aku enggak tahu, apakah pijitanku itu enak apa tidak, tetapi kelihatannya mama tetap memejamkan matanya tanpa ada protes. “Ya enak dong maaaah……tapiiiiiiii…..” jawabku di telinganya tanpa berani meneruskan. Terasa mau tercabut batang kontolku diperlakukan seperti itu. aku buka saja ya mah ? “Aduuuuuh…….aaaaaah…..aaahhh ..maaaaas…”, kudengar desahan mama agak keras. “Maass… tooloong bawa mama ke kamar”, tambahnya dengan nafasnya yang masih cepat. “Mah…….. Tiba2 saja mama menghentikan gerakan tubuhnya dan mengatakan “berhenti sebenar sayaaaang ”. “Ayoooo Maas….cepat bawa mama ke kamar ” katanya lagi dan tanpa berfikir panjang akhirnya kubopong mama dan kuangkat ke tempat tidurnya dan dengan hati2 ku tidurkan terlentang di tempat tidurnya dan mata mama masih tetap merem tapi nafasnya yang cepat sudah sedikit




















