Sekarang, kecup, jilat, dan hisap sepuas-puasmu. Bokep STW Dan mulai kurasakan kedutan-kedutan di bibir vaginanya, kedutan yang menghisap lidahku, mengundang biar masuk lebih dalam. Matanya berbinar-binar seolah menaburkan sejuta pesona birahi. Apalagi diperintah untuk berlutut oleh seorang wanita. Lalu telapak tangannya menekan bab belakang kepalaku sehingga saya menunduk kembali. Aku terpana menatap keindahan dua buah bibir berwarna merah yang berair mengkilap. Telapak tangannya mengusap pipiku beberapa kali, kemudian berpindah ke rambutku, dan sedikit menekan kepalaku biar menunduk ke arah kakinya.“Ingin tahu warnanya?” Aku mengangguk tak berdaya.“Kunci dulu pintu itu,” katanya sambil menunjuk pintu ruang kerjanya. Wajahku menengadah. Aku ingin melihat erotisme di bola matamu ketika menjilat-jilat vaginaku.”Aku menengadah untuk menatap matanya.




















