Maudy kaget bukan main mendengar lelaki itu menyapanya dengan ‘elu’. Bokep Tobrut Maudy agak lega ketika belati itu ditarik. Tubuh Maudy masih lemas, matanya terpejam. Lu kan udah nggak perawan. “Ayo cepet buka!” lanjut lelaki itu, kini menekan belatinya agak jauh, sehingga terlihat celana dalamnya menyelusup ke celah bibir kelaminnya. Kalau mau, elu kan bisa nikmatin juga,” kata lelaki di kanannya.Maudy melirik dengan panik, sebab lelaki itu menyentuh payudara kanannya dengan bagian tajam belatinya. Betul lu mau lakukan apapun asal memiaw lu nggak kemasukan ******?” tegas lelaki itu dengan bahasa yang membuat telinga Maudy memerah. Maudy terisak, menggigil merasakan logam yang yang dingin menyentuh bibir kemaluannya. “Bisa untuk nyantet elu, kapan-kapan perlu,” katanya. Maudy meronta dan menjerit saat tangannya ditelikung ke belakang, lalu diikat dengan tali rafia. “Ayo cepet buka!” lanjut lelaki itu, kini menekan belatinya agak jauh, sehingga terlihat celana dalamnya menyelusup ke celah bibir kelaminnya.










