Dinding vaginaku kembali berdenyut-denyut. Ohh.. Bokep Mama Aku sudah tidak mampu menahan jebolnya gairahku. Ruangan itu cukup luas dan dilengkapi dengan sofa yang empuk. Iseng-iseng aku menggodanya agar ia pusing sendiri melihat keindahan pahaku.Aku tidak menduga kalau ternyata Parjo seberani itu. Aku berusaha menahan lebih lama lagi. Tubuhku mulai terhentak-hentak dan gerakan pantatku sudah tidak terkendali. Jang.. Lidahku akhirnya membalas dorongan lidahnya hingga kami saling berpagutan. Agak perih dan ngilu rasanya. Setelah puas saling menjilat dan mencumbu, Parjo membalikkan tubuhnya menghadap ke arahku. Lidahnya kini mulai mempermainkan kelentitku yang sudah semakin mengembang. Tubuhku seolah melayang dan ringan. Hal ini memudahkan Parjo menyingkap rokku dan menarik CD-ku hingga ke lututku. “Ohh” aku merintih panjang bersamaan dengan geraman Parjo. Aku harus menyerah lagi untuk yang kesekian kalinya, padahal aku yakin Parjo belum apa-apa. Suara Dewi sedikit melegakanku, karena kekhawatiranku kalau mereka akan nyelonong ke ruanganku tidak terjadi. Hangat sekali rasanya




















