Sampai saat aku pulang menaiki bus jemputan kami. Bokeb Saat istirahat tiba aku di panggil ke kantor oleh ibu itu, dan saat itu aku di suruh mengikutinya dari belakang. h.h.h.h.hh.. ku tekan kuat-kuat. Dan terkadang saya selalu salah tingkah di buatnya (maklum masih perjaka!!!!), dan kelakuannya hanya aku saja yang tahu. Namun reaksi ibu Eka hanya tersenyum dan wajahnya sedikit memerah. Selang beberapa menit aku baru menyadari kalau pepek bu Eka mengeluarkan cairan seperti darah. u.. ahhhh………. “Aahhhhhhhhhh……….. ahhh… aarrgghh…… uh..uh… uh…uh… ouuu….. “Mau lagi donggg……….” lalu aku kembali menghisap pepek bu Eka yang basah dan licin kuat-kuat…
“Aaahhhh…. “Aku mau keluar….”
“Aku juga bu…., kita keluarin di dalem aja buu…”
“Iya deeh” jawabnya. Saat didalam pelajaran sedang berlangsung bu Eka sering melirik nakal ke arahku dan terkadang dia sering mengeluarkan lidahnya sambil menjilati bibirnya, dan terkadang dia suka meletakkan jari tangannya di selangkangannya dan sambil meraba di daerah sekitar




















