kamu sudah bangun?” kudengar suara Linda di ujung sana. Bokep Tobrut Hari masih pagi. “Sorry ya, Roy..!” katanya merajuk. Aku bangkit dari tempat tidur. Aku menjadi terpejam-pejam menahan rasa yang sulit diredam. aku suka itu!” ujarku datar diikuti tawa kami berbarengan. Perlahan-lahan aku berjalan menuju kamar mandi. “Kring.. Aku bangkit dari tempat tidur. Aku hanya dapat memegangi kepala wanita tua itu, membenamkannya dalam-dalam ke bawah perutku.Saat-saat kritis itu semakin dekat. Kulihat sebelahku telah kosong. kring!” Suara telepon kuno itu seketika membuyarkan pikiranku. tapi kamu masih tidur, nyenyak sekali..!” Ia berhenti, tak melanjutkan kata-katanya.Terdengar di ujung sana perempuan itu menarik napas. Aku menjadi terpejam-pejam menahan rasa yang sulit diredam. Perlahan-lahan aku berjalan menuju kamar mandi. Kurasakan ujung kemaluanku mulai berdenyut-denyut siap memuntahkan laharnya. Kurasakan pinggangku sedikit linu. Aku hanya menarik napas dalam-dalam.




















