Kuusap-usap dan kuremas-remas. Bokep SMA Uff.., detak jantungku kembali berdegup kencang. Aku mengerti. Kuelus-elus buah dadanya. Sambil memegang puting susunya, kuremas-remas buah dada yang kenyal itu. Aku menelan air liurku sendiri sambil melihat kenikmatan yang telah menanti. Silvia semakin gelisah dan nafasnya sudah tidak teratur lagi. Suaranya mengiba-iba membangkitkan gairahku.“Kau suka?”, tanyaku.Dia tersenyum. Pandangannya ditujukan ke tempat tidurnya.Aku segera mengerti maksudnya. Nafasnya terengah-engah ketika celana dalamnya kutarik ke bawah. Di dalam cahaya remang dan hujan lebat itu, kutatap wajahnya. Maklum tubuhku capek sekali setelah menempuh perjalanan KotaX ke Jakarta. Tubuhnya terlalu tinggi bagiku, sekitar 170cm, sedang aku hanya 165cm. Sungguh lembut tubuhnya. Cuma nafasnya saja turun naik. Silvia terlihat pasrah mengikuti hentakanku. Putingnya kuhisap sedikit kasar. Memang aku belum berpengalaman. Kadang cepat, kadang pelan. Tanganku meraba seluruh tubuhnya. Lidah dan bibirku menjilat dan mengecup perlahan. Sukar untuk dibayangkan betapa nikmatnya diriku. Pasti, kau capek sekali, kan,” ujar Silvia




















