“Mbak, setelah istirahat bolehkah saya minta lagi?” tanyaku. Bokep Indo Wajahnya sudah merah menahan birahi.Kemudian aku bangun, kembali kunaikkan daster ke perut, kulebarkan kakinya dan kutekuk ke atas. ahh..” wanita yang biasanya alim dan pemalu itu menjerit jalang saat kumasukkan seluruh batang kemaluanku hingga aku merasakan mentok sampai dasar rahimnya. “Uhh.. Matanya melotot melihat kemaluanku yang menjulur bebas, Dan Mbak Hafizah sempat tertegun melihat kejantananku yang lumayan besar dan panjang, tapi kemudian.. sama-sama kesepian, kenapa tidak kita salurkan bersama,” kataku merajuk sambil terus berusaha mendekatinya tapi wanita montok itu terus menghindar.“Ingat Dik, saya sudah bersuami dan sedang hamil!!” Dia terus menghiba. Mbak Hafizah dengan jalang menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan batang kejantananku.“Gimaa.. Selesai mandi, aku keluar dan masih menjumpainya mencuci.




















