Diana meminta satu rokokku. Bokep Twitter Mereka lumayan loyal terhadap partai mereka itu, walaupun tampak sedikit kecewa, karena pemimpin partai mereka itu kurang berani bicara. Boleh saya menumpang?” Diana berteriak kepadaku.“Kemana?”
“Rumah. “Emang mau?”. Jadi setelah mengantar materi yang kudapat kepada rekanku yang akan membuat beritanya, aku dan Diana menuju arah utara. Peace!)Diana menggandengku. Kami berciuman kembali. “Biarin Mas, daripada besok dikuasai partai lain?”. Lalu ia memasukkan batang kemaluanku yang besar dan melengkung kedalam mulutnya.“aahh…” LenguhkuKurasakan kehangatan lidah dalam mulutnya. Benar-benar kampanye, nih? Diana memandangku saat sebuah lagu romantis terdengar.“Mas, setelah ini mau kemana?”
“Pulang. Diana tersentak kaget.“Aduh Mas Ray, suara apaan tuh?”
“Nggak apa-apa, sakit nggak?”
“Sedikit…”
“Tahan ya.., sebentar lagi masuk kok…”Dan kurasakan lubang kemaluan Diana sudah mulai basah dan agak hangat.




















