“Buat apa aku bohong Mbak, apalagi kepada wanita yang kusayangi seperti Mbak ini,” kataku. Film Porno Tubuhnya yang langsing begitu sexy, pinggulnya begitu indah dan pantatnya yang padat serta dada yang agak membusung meskipun payudaranya tidak begitu besar, membuat mataku cepat mengirimkan info ke otak. “Siapa bilang nyesel, Mbak? Tugas tetap tugas, tapi pacaran juga jalan terus kan?” gurauku.Ia tertawa kecil dan sambil menggulingkan tubuhnya ke sampingku ia bertanya,“Kamu senang ikut tugas kantor denganku, Gus?” Belum sempat kujawab pertanyaannya, ia berkata lagi,
“Aku yang mendesak pimpinan agar kamu ditaruh pada bagianku dan menjadi asistenku. Aku melompat ke ranjang dengan bertelanjang, hingga ia tersenyum melihat ulahku. Aku masih merasakan aroma parfum yang dipakai Mbak Ina melekat di pundak dan jari-jariku.




















