Saat itu aku bekerja sebagai staf administrasi. Dengan agak gugup, Aku mencoba memberanikan diri menyapanya.“Voni ya.. Bokep Setiap saya lihat Mas, pandangan Mas, dingin, seakan tidak menghargai keberadaan saya”“Ah itu perasaan Voni saja, saya tidak begitu kok, kalau tidak percaya tanya saja sama karyawan yang lain, Saya ini tipenya periang loh..” obralku. Gimana.. Desahan kudengar kembali dari bibirnya, kali ini sambil kulirik ke sekitar ruangan untuk dapat bersandar, sampai akhirnya kutemukan meja agak besar dan sambil kudorong badannya ke arah meja tersebut.Setelah bersandar, Voni langsung merebahkan tubuhnya di meja tersebut dan langsung tampak jelas kulit mulusnya dengan dua gundukan di atas serta barisan ’semut hitam’ di bagian bawah. “Si Mas sombong ya.. Saat itu aku bekerja sebagai staf administrasi. Beda banget sama yang dirumah..” pikirku. “Lumayan lah..” jawabnya sambil menyodorkan kue kecil,
“Mau Mas..?”Aku ambil biskuit pemberiannya dan mulailah pembicaraan mengalir lebih lancar.




















