“Sebentar yaa”..mendadak aku bangkit, aku segera matikan USG dan lampu ruang elektronik yg terang benderang itu dgn segera. Bokep Montok sewaktu pelincir menetes diperutnya. “Tanggung” pikir aku. Sudah tak ingat lagi antara boss dan karyawatinya. Meskipun kadang melihat Diana pengin banget ngerasain badannya. “Eh.eh..eh.enak pak”
Aku masukkan tangan aku kedalam roknya, teraba CD-nya, basah nian, kakinyapun tak lagi sejajar seperti tadi, sekarang kakinya mementang lebar-lebar memberi kesempatan tangan aku untuk mengeksplorasi selangkangannya lebih lanjut. Tak pernah
sekejappun Diana membuka kedua matanya, sambil terus berdesis-desis pelan. “Sudahlah pak,
dicoba daripada nanti kita diklaim nanti aku yg repot” dia menyahu “Cobalah Pak, tak usah sungkan, biar aku pamit pulang dulu” Pak Sebastian matanya nampak serius, tapi nampak diujung bibirnya senyum kecil, pengertian sekaligus menantang aku untuk “memeriksa” Diana.




















