Aku benci dengan semua orang yang bahagia melihat Mbak Indri diambil orang lain. Tiba-tiba saja Linda. Bokep Indonesia Hanya saja Ayah belum bisa membelikannya. Tapi aku tidak tahu apa arti semuanya itu. Dan aku selalu memanggilnya Tante Maya.“Bagus sekali anjingnya..”, piji Tante Maya. “Cinta…?” aku mendesis tidak mengerti.Entah kenapa Linda tersenyum. Apa saja yang aku inginkan, pasti dikabulkan. Sedangkan aku tetap diam, tidak memberikan reaksi apa-apa. Aku benci dengan suaminya. Aku ingin mengangkatnya, tapi Linda malah menekan dan terus membenamkan wajahku ke tengah dadanya. Aku tidak rela Mbak Indri jadi milik orang lain. Anehnya, hampir semua teman mengatakan kalau aku sudah pacaran dengan Linda, Padahal aku merasa tidak pernah pacaran dengannya. Di kampus, sebenarnya ada seorang gadis yang perhatiannya padaku begitu besar sekali. “Mau apa ke kamar?”, tanyaku tidak mengerti. Bahkan dia sering main ke rumahku, Ayah dan Ibu juga senang dan berharap Linda bisa jadi kekasihku.Begitu juga










