“Sehat den…” Jawabnya santai. Bokep Hot Aku meletakanya pelan di atas meja kecil di depannya. “Yaaaa..gimana den..gak usah de..yg telah yaa telah..”Jawabnya. Aku membalikan badan, menatapnya dengan tidak jarangai aneh. “Gimana mbak?” Tanyaku sambil kembali duduk dikursiku. Pikiranku tetap silih berganti antara pertimbangan kotor serta waras. Dirinya kembali terdiam. Mbak Juminten menjerit terperikan oleh rasa sakit..Wajahnya meringis,matanya menyipit menahan perih diselangkanganya. “Makasih mbak” ujarku ketika menerima segelas air putih serta meminumnya perlahan. Mbak Juminten melihat proses akhir tadi dengan akurat, dirinya memperhatikan wajahku yg meregang, matanya was2 melihat penisku memuntahkan cairan kental itu membaluri perutnya. Dirinya berusaha meronta tapi kedua tanganku dengan kuat menahan tanganya pada kedua segi bantal. “Yaa indah mbak..malem sabtu kemaren saya sempet mimpiin mbak gituan sama saya..sorry..”Jawabku. Bagaimana kalau dikemudian hari kenekatanku bakal berbalik menjadi bencana utk diriku serta karir.




















