Tertidur sejenak.aku terbangun setelah terdengar suara gaduh yang ditimbulkan oleh seekor kucing yang melompat, mungkin kucing tersebut juga birahi kali. Perasaan aku melayang-layang nikmat dan hampir lepas kontrol.aku dorong kepalanya ke belakang, gantian aku menjilati kemaluannya, aku putari bongkahan luar sambil menggigit kecil lalu aku isap bibir kemaluan yang sedikit membengkak karena darahnya sudah turun ke bawah yang menandakan nafsu birahinya sudah memuncak, aku mainkan ujung lidah didalam celah surgawi, oh indahnya, kepala Reni menggeleng-geleng sambil mendesis dan teriak kecil..“Mas ayo Mas aku tak tahann.. Bokeb Waw besar bangett sih punyamu seperti terong bule.Aku tidak keberatan bila ada yang ingin berkenalan dengan aku atau ingin terapi seks, setelah itu terserah anda. Besar sekali Mas sesak rasanya punyaku ini”aku tetap melakukan kegiatan maju-mundur dan Reni berteriak-teriak kecil sambil tangannya menarik-narik ujung sprei. Ayo Mas masukin Mas”Melihat keadaan seperti itu lidah aku turun kebawah sampai ke duburnya aku jilati




















