Sebenarnya kedatanganku di kota Makassar ini justru karena dipicu oleh problem rumah tanggaku. Setelah seluruh batang penisku terbenam semua, aku sejenak berhenti bergerak karena capek dan melemaskan tubuhku di atas tubuh Alina yang juga diam sambil bernafas panjang seolah baru kali ini menikmati betul persetubuhan.Alina kembali menggerak-gerakkan pinggulnya dan akupun menyambutnya. Bokep Mom Terasa hangatnya hawa yang keluar dari tubuh kami.“Iiyah,. Apa dengan wanita di TV itu?” tanyaku memancing.“Gimana jika dengan aku? Tapi aku lebih seneng jika kamu memanggil aku adik” katanya santai.“Oke kalau begitu maunya. Aku tidak mau sama sekali memaksamu, lagi pula aku sudah cukup senang dan bahagia kamu bersedia menemaniku nonton sampai selarut ini.Ayo kita masuk tidur” katanya sambil mematikan TV-nya, namun sebelum aku menutup pintu kamarku, aku melihat sejenak ia sempat memperhatikanku, tapi aku pura-pura tidak menghiraukannya.Di atas tempat tidurku, aku gelisah dan bingung mengambil keputusan tentang alasanku jika besok atau lusa ia kembali




















