Kupasang lagi kamera dan kugambar mobil itu, dan aku bisa nomor mobilnya.Sebab ada gambar-gambar mesum diantara gambar kupu-kupu, malam hari aku ke rumah kawan yang punya toko cuci cetak film. Saat kembali ke rumah, Tia berganti baju, sedangkan aku tidak mengangkat baju ganti. Vidio Porno ka..me..ra..nya..Ah”, Tia semakin mendesah. semakin bagaimana supaya aku bisa gambar bugilmu”, Tia menggerutu. “Aku serius!”, katanya agak keras. “Aku yang motret. Tia diam saja. “Kamu bisa gambar ini dari mana?”, tanyanya. Aku menyiramnya dan dirinya balas menyiramku. Bugil dong.”, Tia tertawa bahagia. Aku membawanya ke rumah om. “Nggak, nggak ada yang tahu”, jawabku
“Waktu cuci cetak kan pasti ada yang tahu”, katanya
“Aku cuci cetak sendiri di toko kawan”, aku mencoba menenangkannya. Kawan2 bersiul menggoda kami yang berlangsung menuju kantin. “Begini saja, kalian terlentang lagi dan lihat kamera, kelak aku duduk dekat pantatmu” kataku, lalu kuletakkan kamera disebelah kepalanya jadi Tia semacam mendongak menonton kamera,




















