eh.. Bokep Hot Akibatnya sekarang wajahnya berada dalam keadaan sejajar dengan perutnya. Pasti yang ia maksud saat-saat di mana mereka dulu masih berpacaran. ” demikian Emir menegaskan.Daissy mengatakan kepada Emir semuanya terserah kepada dia saja. Lama juga mulut Daissy mencumbu alat kejantanan Erick, hingga akhirnya ia mulai mendekati titik klimaksnya.“Yang, sayang, aku hampir nih, kamu siap ya!”Daissy hanya bisa bergumam mengiyakan. Baru di hari-hari kemudian Daissy tahu dari beberapa sahabatnya, yang juga pernah digauli Emir, bahwa merekapun mengalami mirip dengan apa yang dialaminya di siang hari itu.Ketika Emir melepas baju dan celananya, Daissy merasa heran karena di hatinya malah ada rasa bangga. Ia tinggal di sebuah pavilion kecil di daerah Cawang. Kadang-kadang matanya sampai terpejam-pejam. Apalagi sebentar lagi Daissy akan melangsungkan pernikahan. Kemarahan Daissy mulai menyurut sewaktu Erick mulai merayunya.“Sayang, maafkan saya ya. Lalu diajaknya Daissy yang terlihat ketakutan itu duduk di atas sofa.




















