Dinding ruang tamunya bercat putih. Sex Bokep Geli, jijik…, namun detah dari mana asalnya perasaan hasrat menggebu-gebu juga kembali menyerangku. “Winda…”, sebuah suara memanggil. aku tidak menolak lagi. Pelahan-lahan benda itu meluncur masuk ke dalam milikku.Dan ketika dengan kasar dia tiba-tiba menekankan miliknya seluruhnya amblas ke dalam diriku aku tak kuasa menahan diri untuk tidak *****ik. Berutung kali ini, aku bisa memaksanya menandatangani berkas ujian susulanku.“Masih ada mata kuliah Pengantar Berorganisasi dan Kepemimpinan”, katanya sambil membubuhkan nilai A di berkas ujianku. “Selamat siang, kamu siapa?”, tanyanya tanpa meninggalkan pekerjaan yang sedang dikerjakannya. Dan ketika klimaks itu sampai, aku tak peduli lagi…, aku *****ik keras sambil menjambak rambutnya. “Permisi pak! Dasar…, namun harus kuakui, dia laki-laki hebat, daya tahannya sungguh luar biasa jika dibandingkan dengan usianya yang hapir mencapai usia pensiun itu.

















