nggak usah ngomongin Tia lagi ya?”“Oke.. Bokep Family Vaginanya
yang dihiasi bulu-bulu keriting nampak sudah basah kuyup.Kumasukkan kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya dengan pelan tapi pasti. Dan beberapa detik kemudian kurasakan hangat, lembut, dan
basah pada batang kemaluanku. Emangnya Tia kenapa?”Aku menghela nafas. Kulihat dari
sudut pandangku, kedua bagian bawah payudara Fitri yang menggantung
mempesona.Ukurannya lumayan juga. gue mau keluar nih..”Fitri langsung melepaskan kemaluannya dari kemaluanku, dan langsung mengulum kemaluanku sehingga
akhirnya aku memuntahkan spermaku di dalam mulut Fitri, yang ditelan oleh Fitri sampai habisAku berbaring, capek. “Maksudnya loe perkosa dia ya? Ohh.., kurasakan pijatan
daging lembut itu pada kemaluanku. Itu juga harus main paksa. Aku terbengong beberapa saat.“Tia!..!” aku mengguncang-guncang tubuhnya.“Umm.. Nafasnya hangat
menerpa wajahku. Kenapa?”“Dari dulu loe itu kan juga terkenal suka main cewek.




















