Aku lihat beberapa orang berkumpul dihalaman depan juga Sella dengan mengenakan jilbab putih, kemej biru dan rok panjang biru donker.“Kenapa pindah nduk…padahal ibu seneng kamu di sini, kamu suka bantuin ibu”
kata seorang wanita berumur lebih dari separuh baya. Sella hanya tersenyum, “mau lagi?” tawarnya, akupun mengangguk. Bokeb Tentu yang aku pilih bukan sembarangan, harus lebih mudan dan cantik. Kami pun segera pamit, pertama kali dia duduk bersebelahan denganku. Tidak sampai di situ, beberapa menit kemudian Aku membalik tubuh Sella yang telah lemas itu hingga sekarang Sella setengah berdiri tertelungkup di dipan dengan kaki terjurai ke lantai, sehingga posisi pantatnya menungging ke arahku. “terima kasih Dok..eh kak, nanti merepotkan, teman-temanku makannya banyak lho” sahut dia sambil tetap menundukkan kepalanya.




















