Coca Cola aja deh Kak”, sahutnya sambil konsisten bekerja.Saya mambawa dua kaleng minuman & mataku konsisten menyaksikan & menelusuri badan Fanny yg membelakangi, nyata-nyatanya menarik serta gadis ini, badannya yg semampai & bagus pass membuatku bergairah, pikirku sambil tersenyum sendiri.“Sudah Kak”, nada Fanny mengagetkan lamunanku, kuhampiri & kusodorkan sekaleng Coca-Cola minat gadis itu. Video bokep Kata-kataku menciptakan gadis itu merasa tersanjung, dgn tak sadar Fanny mencubit pahaku sambil tersenyum menyukai.“Udah punyai si sayang Fan?”, godaku sambil menatap Fanny.“Belum, Kak!”, jawabnya malu-malu, wajahnya yg jelita itu bersemu merah.“Kenapa, kan temen seusiamu telah mulai sejak punyai pacar”, lanjutku.“Habis mereka inginnya hanya hura-hura kayak anak mungil, caper”, komentarnya sambil meneruskan posting jawaban tugasnya.“Ohh!”, saya bergumam & beranjak dari area duduknya, membawa minuman kaleng dari dalam lemari es.“Minum Coca Cola apa Fanta, Fan?”, lanjutku.“Apa ya!




















