Hangat kunikmati geletar tubuhnya menahankan kenikmatan yang tak ada duanya. Dari balik jendela kulihat kedua wanita itu bertemu di teras, berpelukan, berbisik, saling menepuk bahu, lalu tertawa cekikikan. Bokeb Kan udah lama puasa. “Oh.. Sekarang tidak ada lagi yang menghalangi hasratku. Hanya desah napas yang menandai masih adanya kehidupan. Kucabut keluar kemaluanku, meneteskan sisa-sisa cairan maniku yang bercampur dgn lendir kemaluannya ke atas perutnya. Aku juga perlu tubuh yang montok menawan ini”, lanjutku sambil mengelus-elus kedua payudara bulat dan montok. Tetapi tentu saja aku tak akan menyerah, malah itu menantangku untuk beraksi dgn lebih lihai. Telepon diputus. Dijamin deh, orangnya kuat. Nafsunya gede, kayaknya nggak pernah puas, tuh. Aku berdiri menikmati keindahan tubuhnya itu dgn gairah bernyala-nyala. Pokoknya, Mey akan menjadi seperti pengantin baru. Jeritannya tersekat dibahuku. Gimana? Perlahan tapi pasti aku menggerakkan pantatku naik turun. Mau ngomong sendiri?” Gagang telepon diopernya kepadaku.




















