Berulang kali dia menuntun tanganku ke dadanya yang kini sudan polos. Bokep “Cinta…?” aku mendesis tidak mengerti.Entah kenapa Linda tersenyum. Tentu saja aku jadi gelagapan karena tidak bisa bernapas. Sesaat aku tersentak kaget, tidak menyangka kalau Linda akan seberani itu. Apalagi oleh sesuatu yang aku sukai. “Aku…, Apa yang harus kulakukan?” tanyaku tidak mengerti. Padahal tadi Linda sudah hampir membawaku mendaki ke puncak kenikmatan.,,,,,,,,,,,,,,,,, Tapi Linda tampaknya juga tidak peduli. Setengah mati Ayah dan Ibu membujuk serta menghiburku. Kalau mengingat kejadian itu memang menggelikan sekali. Tiba-tiba saja Linda. Sesaat aku tersentak kaget, tidak menyangka kalau Linda akan seberani itu. Karena sikap dan tingkah laku sehari-hariku masih, dan aku belum bisa bersikap atau berpikir secara dewasa.Tanpa diduga sama sekali, aku bertemu dengan Linda.




















