Aku menarik napas sesaat. Saat itu dapat kulihat dengan jelas betapa tulang giginya telah habis, membuatku menjadi geli menahan tawa, apalagi ketika ia tersenyum-senyum memperhatikan bagian tubuh di bawah perutku. Film Porno tapi kamu masih tidur, nyenyak sekali..!” Ia berhenti, tak melanjutkan kata-katanya.Terdengar di ujung sana perempuan itu menarik napas. Mimpi yang konyol”, pikirku. Aku berusaha tetap bersikap sopan meskipun kutahu wanita tua itu menaruh minat khusus pada organ yang tersembunyi di balik celana jeansku. aku suka itu!” ujarku datar diikuti tawa kami berbarengan. Aku mengenakannya, menutupi auratku yang besar kecoklatan. Sekujur badanku tampak habis matang-matang digigitnya meninggalkan bekas yang membiru.Tak lama kemudian aku kembali ke tempat tidur. kamu baru bangun yah!” Suara perempuan itu terdengar manja. Daya sedotnya begitu sempurna dan memiliki irama yang teratur dan konstan.




















