Kudekati dia dan kubelai rambutnya, “Maaf Yun, aku lepas kontrol, sungguh aku tidak menduga kamu begitu terpukul dengan apa yang sudah aku lakukan.Kamu boleh memaki aku, kamu boleh memukul aku, tapi aku mohon kamu jangan menagis, aku sayang kamu, aku akan bertanggung jawab jika kamu menginginkannya, apa saja yang kamu inginkan aku akan penuhi, tapi tolong kamu mau maafin aku” Tak terasa air mataku juga telah mengalir saat aku mengucapkan kalimat itu. Bokep Cina Aku hanya menarik nafas panjang dan kumundurkan kursiku sehingga berada sedikit di belakang Yuni. apa aja mau kok”, kataku sambil tersenyum. aku janji nggak akan ngapa-ngapain kamu lagi”, kataku.Dia mengangguk, kemudian kubopong dia menuju kamar mandi dan kududukkan di atas kloset duduk lalu kubersihkan seluruh tubuhnya. Terlihat rambut-rambut halus menutupi kemaluannya sebelah atas. Berwajah oval, rambut sebahu berhigh light merah, kulitnya yang putih bersih benar-benar sangat manis. Selanjutnya dia meraih sabun yang masih kupegang.




















