Rido memalingkan wajah Cinta, kemudian bibir mereka beradu. Tubuhnya yang sedikit berisi justru membuat karakter kebapakannya terlihat jelas. Film Porno “Wao ternyata benar kata teman Om, kamu cantik sekali”. Cinta dan Rido beranjak turun dari ranjang dan mengambil ponsel masing-masing.Cinta melihat nomor tak terdaftar di layar ponselnya. “Sama dong, gue juga habis nyoba rekomendasi temen”.Detik ketika mata laki-laki itu menatap ke arahnya, ibarat petir di siang bolong bagi Cinta. “Oke..”. Apalagi Om Ridwan sekaligus menawarkan bantuan tentang skripsinya. “Kalo cuma itu sih sekarang juga Om bisa beliin kamu”.Cinta terkejut kalau Om Ridwan akan menyatakan kesanggupan. Seperti layaknya ‘klien’ berumur lainnya, Om Rudi tidak sejago bicaranya ketika beradu diatas ranjang. “Gak nganterin sampai mobil nih?”. Laki-laki itu menjadi salah tingkah karena perbuatan nakalnya ketahuan. “Aduh kejauhan Om, rame lagi, gimana kalo cafe *** aja?”.




















