Saat saya datang, ia juga masih pakai kain sarung dan singlet. Dan karena kemudian sudah menganggapnya sebagai keluarga sendiri, saya pun tidak pula sungkan untuk berceritanya dengannya. Bokep “Gantilah,” katanya ketika melihat saya masih bengong.Inilah pertama kali saya ganti pakaian di dekat pria yang bukan suami saya. Saya hanya bisa tersenyum masam sambil bilang terimakasih.Ketika Pak Budi kemudian menawari minum di kantin, saya pun tidak punya alasan untuk menolaknya. Saya rasa ada getaran yang menghentak-hentak. Bibirnya belepotan air kenikmatan itu. Saya hanya diam mendengarkan ceritanya.Mungkin karena seringkali diam bila bertemu dan ia pun makin punya keberanian, Pak Budi itu kemudian malah sering datang ke rumah. Paling tidak tujuh kali pemijatan, katanya.




















