Karena buat aku sex bukan milik pria seorang tetapi milik kedua pasangan yang melakukkannya.Paginya Ica membangunkan aku tepat pukul 06.00“Mas… anter aku ke terminal ya, aku harus balik nih,” pinta Ica.“Oke, yuk kita segera bersiap-siap” ajakku.“Mas, kamu janji ya berikan aku seperti ini setiap aku mau,” kata Ica.“Iya sayang, selama kamu mau… Aku akan berikan” jawabku penuh harap.Sambil berkata demikian kita berdua menuju kamar mandi untuk mandi bersama. Bokep Indo Kesempatan itu tidak aku sia-siakan, wajahku langsung menangkap bongkahan daging dengan rambut yang begitu halus. Pandai sekali membuatku melayang… Aaahh… Uuuhhh”“Sayaang… Aku… Nggaa… Tahann…” untuk yang kesekian kalinya lubang kewanitaan Ica mengucurkan cairan putih pekat dibatang kemaluanku.Setelah aku puas, akhirnya aku membopong tubuh Ica dan meletakkan di pinggir ranjang. Tangannya yang lentik memegang penisku yang berdiri kencang untuk diarahkan ke lubang vaginanya.“Blesss…” suara penisku mengoyak vagina Ica.“Ughhh, Mas…” kepala penisku langsung membuka lubang sempit di selangkangan Ica.“Gila, enak




















