Setiap kutekan masuk, dia mendesah, dan kali ini, bukan lagi suara dari rasa sakit. Bokep terbaru Kugosok-gosok sedikit, kemudian dengan amat perlahan, kutekan dan kudorong masuk. Aku tidak ingin buru-buru, aku ingin menikmati detik demi detik yang indah ini secara perlahan. Tubuh dia mulai menggelinjang, pinggulnya bergerak ke kiri-ke kanan, juga ke atas dan ke bawah. Kupeluk dan kuciumi dia. Ngilu tapi nikmat rasanya. Walau belum disentuh, kemaluanku sudah menggembung besar dan keras. Malam itu kami tidur berpelukan dengan tubuh masih telanjang. Deru nafasnya kembali terdengar disertai rintihan panjang begitu lidahku mulai menguak kewanitaannya. Tidak lama kemudian kaitan BH-nya berhasil dilepaskan oleh tanganku yang sudah cukup terlatih ini. Kami baru sadar bahwa kami lupa berdoa sebelumnya, tapi mudah-mudahan Yang Maha Esa selalu melindungi benih yang akan tumbuh itu.Seprai merah jambu sekarang bernoda darah.




















