“, tanya Mbak Mifta
” udah tidur dari tadi mbak, mungkin capek?” jawabku. Bokeb ” nggak ah, filmnya bagus entar aja Den, coba aja dulu entar kalo nggak bisa Mbak bantuin deh ” jawab Mbak Mifta,
” iya deh mbak, saya permisi dulu kekamar Rudi nggak enak sama Rudi udah nungguin” kataku, padahal aku masih ingin mengobrol bersamanya.Dikamar aku sibuk menyelesaikan pr dimeja belajar Rudi sementara Rudi malahan baca majalah diatas ranjang yg terbuat dari papan tapi diatasnya ada kasur busanya, pe-er kali ini membuat kepalaku benar-benar pusing, akhirnya setelah pukul 11 malam baru pe-er itu dapatku selesaikan, karena asiknya membuka dan menutup kamus sampai-sampai aku lupa pada Rudi, kutengok kearah ranjang kulihat ia telah terlelap tidur. Pijatanku kuarahkan kebagian bawah pertama kuberanikan memijat gundukan daging pantatnya, rasanya padat dan kenyal lalu kupegang dengan kedua tanganku kuremas-remas, aku hampir nggak bisa menguasai diri sepertinya Mbak MiftaPun menikmati pijatan-pijatanku, desahan




















