“Ouuuhh Edo sayang, ganti gaya yuuuk?”, ajak sang dokter sambil menghentikan gerakannya. Bokep Indo Pemuda itu masih terlihat melamun sampai seorang pelayan restoran datang menyapanya. “Aduuuhh…, aauuu Edooo…, sa.., sa..,
sakiiittt…, vaginaku robeeek aahh…, sakiiit”, teriak dokter Miranti
merasakan vaginanya yang ternyata terlalu kecil untuk penis Edo yang
super besar, ia merasakan vaginanya robek oleh terobosan penis Edo. Lima belas menit lebih mereka
melakukannya dengan posisi itu dimana Edo menindih tubuh sang dokter
yang mengapit dengan pahanya. Ia baru sadar dirinya tak
memakai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Wanita itu mulai mengulum penis Edo, mulutnya
penuh sesak oleh kepala penis yang besar itu, hanya sebagian kecil saja
kemaluan Edo yang bisa masuk ke mulutnya sementara sisanya ia
kocok-kocokkan dengan telapak tangan yang ia lumuri air liurnya. “Eh…, oh nggak…, nggak, aduh saya kok ngelamun”, jawabnya tergagap mengetahui dirinya hanya terduduk sendiri. “Oh…, maaf,
saya tidak melihat anda…, maaf ya?”, seru wanita itu pada orang yang
ditabraknya, namun orang itu




















