Fanny orgasme
hebat, pantatnya tidak lagi terletak dimeja pingpong tapi terangkat keras keatas. Kali ini, sungguh sulit saya orgasme,
konsentrasi saya buyar total, setelah Fanny memanggil saya dengan sebutan “Mas”, aduh saya ini boss-
nya.Tapi “what the hell, what will be, will be”. Link Bokep Saya tergeletak disamping Fanny, dua manusia telanjang bulat dengan vagina dan “My Dick” yang
berleleran sperma.Fanny memeluk saya , dijilat-jilat pelan telinga saya “Maaf ya mas, sejak tadi malam memang saya lagi
“kepengin”” Fanny berbisik. Saya tarik tubuh Fanny ketepi
meja pingpong, segera saya masukkan “tongkat naga” saya ke vaginanya.“Bless…” tanpa kesulitan saya masukkan“My Dick” saya, karena lendir di vagina Fanny sudah membanjir, selain posisi saya yang berdiri
mempermudah hal itu.




















