Menelan ludah, Timo melepas kausnya dan bertanya,“Kamu mau ngga kita main bertiga?” Aku ikut menelan ludah. Aku melepaskan Timo dan berganti kembali ke Budi. Bokep Arab Sekembalinya, aku menyeka tubuh Budi, lalu Timo. Stamina Budi cukup besar, dan cukup lama dia menunggangiku. Aku dan Budi tidak menghiraukannya. Dan sejak itu aku sering… replay kejadian itu lagi di kepalaku.” Mendengarnya aku kaget juga. Timo lalu menarikku ke tengah ranjang, membaringkanku di sana. Dia membuka pintu dan masuk tanpa menutupnya lagi. “Thanks,” kata Timo pelan.Aku beranjak mengambil handuk. Aku melepas celana, menaiki ranjang, dan berdiri sedikit menekukkan kakiku. Aku mengerang, mendesah karena nikmat luar biasa itu. “Thanks,” kata Timo pelan.Aku beranjak mengambil handuk. “Oh, kenapa ngga—” dan belum selesai aku berbicara, Edwin melanjutkan dengan, “Tapi ribet nanti kalo dia ngajak pacaran, duh duh”. Aku menggenggam kedua lututnya, bangun, dan bergegas menggagahinya.




















