Ia tidak menganggap itu sebagai kerja yang hina lantaran menerima bayaran dari hasil desah dan keringat maksiat Ayu. Bokep China Gerbangnya sudah mulai terbuka, berwarna merah muda dengan dihiasi bulu-bulu halus dan dicukur rapi. Sambil terus bermain lidah, mereka menikmati sensasi yang luar biasa itu.“Aaaaahhhhh….!!” erang Faried melepas ciuman“Iyaahhhh….teruusss…..teruussshhh!!”Ayu juga merasakan hal yang samaFaried merasa seperti melayang ke langit. Kemudian ia membalikkan badannya dan agak membungkuk, menahan tubuhnya dengan berpegangan pada dinding kamar mandi. Ayu mulai melepaskan satu persatu kancing seragam sopir Faried. Rasa geli yang nikmat ia rasakan setiap gerakan lembut tangan Ayu beraksi naik turun.“Eeemmmhhh…enak Mbak…!” erang Faried.Entah berapa lama ia menikmati permainan tangan Ayu. Faried mengangkat kaki kiri wanita itu dan mengarahkan penisnya ke liang kemaluannya. Ia sudah berusaha menghilangkan beban psikologis apa pun termasuk perasaan cinta.




















