Agnes hanya meronta-ronta dengan ikatan ditangan dan kaki serta mulut ditutup lakban.Kulihat matanya sedikit berbinar, sepertinya Agnes meneteskan air mata. Bokep Mama Kami seumura, sekitar 22-24an tahun, makanya agak sedikit kurang nyaman aku melihat perbedaan umurnya dengan John. “Chelsea Olivia, om…” jawab anak itu dengan senyuman yang seolah dia tidak asing denganku. “Nes, aku mau minta maaf persoalan tujuh tahun silam…” aku membuka pembicaraan ketika kami sempat terdiam karena John keluar dari mobil. Aku tidak tahu apa yang dirasakan Agnes sekarang ini, apa setiap malam ia harus merasakan perlakuan seperti ini? Tujuan aku cuma satu yakni meminta maaf dengan Agnes secara langsung. Aku mendengar suara nafas Agnes yang ngos-ngosan, ia pasti susah mengatur nafas, dengan kondisi terikat dan mulut tertutup lakban, apalagi genjotan John yang tiada henti hampir satu jam.










