Setiap hal penting yg muncul dari bayanganku kutulis dalam jurnal. Bokep Cina “Kamu jangan macam-macam, Zainal!”, ancamnya padaku yg lagi menikmati rokok. Kamu tdk akan bisa membuat wanita senang dengan cara ngobrolmu yg seperti itu.”, nasihat Indah padaku. Meski masih ragu tapi pegangan tanganku sudah mengendor dan tangan Indah telah mencapai bagian depan celanaku, usapan-usapannya yg halus diatas permukaan celana terasa sampai permukaan kulit kemaluanku. Kudorong sisi kiri tubuh Indah sehingga membelakangiku dan sama-sama menghadap kesamping kanan. Kepuasan yg kuperoleh mengantarkanku pada dunia mimpi. “Rugi!”, jawabku singkat dengan bergurau tanpa kupikir akibatnya. Mengantisipasi cubitannya yg menyakitkan, kedua tangannya kutangkap dengan cepat. Kamu sendiri kenapa mau?”, jawabnya yg dilanjutkannya dengan pertanyaan. Seusai mengulang dan merubahnya hingga kurasa cukup, kuhentikan kegiatanku tersebut. Merasa bosan, kuambil rokokku yg selalu tersedia dalam saku jaket dan kusulut sebatang rokok. Tanpa komentar sedikitpun aku meninggalkannya menuju kamar mandi sambil membawa pakaian ganti yg telah




















