Kedua kakiku menjepit pinggangnya dan bongka-han pantatku turut bergoyang penuh gairah. Akhirnya aku dan Stella hanya mengantar sampai pintu. Bokep viral Tak lama, aku dan Stella sudah berada di antara mereka, bercanda dan ngobrol-ngobrol. Aku hanya bisa terdiam dan meringis nikmat saat dada bidang itu mendekapku dan menciumi bibirku dengan ganas. Stella langsung masuk, aku tak punya pilihan lain selain mengikutinya. Entah siapa yang mulai, banyak yang menyindir Stella. Terny-ata mereka telah mengangkat kaosku sampai sebatas dada. Aku mengerang nikmat. Agam menyodok lagi, kali ini penisnya sudah sepenuhnya masuk, aku mulai terbiasa, dan ia pun langsung menggenjot dan menyodok-nyodok. Teriakan protes dan penolakanku tenggelam di tengah-tengah sorakan yang lain. “Mau kemana, Yud?” sapa Stella.




















