Akhirnya aku mengangguk pelan, namun seolah anggukanku membakar gairah mereka. Namun ketidakberdayaanku membuatku menyerah. Bokep viral Ke orang tuamu, dan habislah kau!”.Aku berpikir keras, dan baru sadar bahwa hanya aku yang tidak memakai kondom. Mereka khusus didatangkan dari kapal untuk membimbing kami. Aku yakin jam-jam begini, mereka biasanya sedang main kartu. Dengan terpaksa kubuka mulutku. Aku bergegas pulang ke tempat kami. Maninya yang tak tahan untuk keluar, muncrat membasahai punggungku. Tapi aku merasa tidak harus kepada kami perasaan tertekan itu dilampiaskan. Terlebih setelah penisnya mulai beraksi di seputar pantatku. Akhirnya, kenikmatan itu berujung pada menyemburnya mani dari penisku. Bahkan justru mereka yang kemudian menyerang penisku yang memang mulai bangkit setelah aku bebas dari mualku.Di aksi berikutnya satu seniorku mulai membimbing penisku ke pantatnya. Tidak jarang pelecehan harus kami alami sebagai hukuman yang kami tidak tahu bentuk kesalahannya.Aku tidak tahan dengan perlakuan mereka.




















