Ketika Xia mengetahui bahwa harapan murid muridnya telah hilang bagaikan asap. Bokep viral terbaru Xia berjalan lebih dari 10 kilo untuk ke kantor sang walikota setelah sampai, Xia duduk di depan kantor yang bagus di ruangan sang walikota. Setelah beberapa hari di rumah, Xia kembali ke kota. Jumlah muridnya berkurang dan terus bekurang.Xia sangat sedih akan kondisi seperti itu. Darah segar dari keperawannan nya telah meninggalkan bekas dan jejak di sprei darah merah tersebut menjadi lebih merah daripada warna bendera national China.Xia tidak menangis sedikit pun yang ada dipikirannya adalah berpuluh puluh mata murid muridnya yang akan kecewa kalau tidak ada kelas buat mereka belajar. Bulan ketiga, setiap murid mempunyai buku masing masing.










