Vagina Jepang Untuk Penikmat Sejati, Volume 86

“Besok kamu ikut aku menemui Bondan”, ujarnya lagi, sambil mencium keningku lalu berangkat tidur. Bokeb Seketika itu juga aku membenci suamiku. Mas Ajik pun hanya terdiam dan meninggalkanku begitu saja tanpa kata-kata.Sejak saat itulah sifat mas Ajik sedikit demi sedikit mulai berubah. Ketika itu waktu sudah menunjukkan sekitar pukul delapan malam. Sehingga secara tidak langsung akulah yang menjadi taruhan di meja judi. Aku bagai disambar petir saat itu, aku tahu arti “menemani” selama semalam. Aku masih shock memikirkan aku harus rela memberikan seluruh tubuh ku kepada lelaki yang belum kukenal selama ini. Mas Ajik mengangguk-angguk mendengarkan ucapakanku. Dika kemudian menyetel lagu-lagu lembut di kamarnya, dan mengajakku berbincang-bincang hal-hal yang ringan. Sekarang mas Ajik menjadi pengangguran dirumah, yang membuatnya kelayapan saja setiap harinya.Sampai pada akhirnya, suatu malam mas Ajik pulang entah dari mana dengan wajah yang gembira, dan membelikanku sebuah oleh-oleh berupa kalung emas.

Vagina Jepang Untuk Penikmat Sejati, Volume 86

Related videos