Aku memejamkan mata, rasanya terhina sekali mendengar pujian yang sebenarnya amat melecehkanku ini.Dan beberapa saat kemudian, ronde kedua pemerkosaan terhadap diriku dimulai. Tapi aku mencoba berpura pura terpengaruh, dan aku sengaja menggigit bibirku.“Oh… enak ya Eliza”, ejek pak Edy dengan percaya diri. Film Porno Kini liang vaginaku sudah begitu basah, dan hunjaman penis itu sudah tak begitu menyiksaku lagi sejak awal. Entah apa bedanya dengan ronde pertama tadi, kali ini baru beberapa menit, Pandu mulai mengerang, dan penisnya kurasakan berkedut hebat di dalam liang vaginaku.“Oh.. Sherly juga ikut gabung, dan kami bertiga sudah saling tahu semuanya, hingga tak ada rasa canggung sedikitpun di antara kami bertiga. Karena bapak takut kamu menyebarkan ke teman lain, bapak terpaksa membungkam mulut kamu dengan mengatur kejadian ini”, kata pak Edy tanpa merasa bersalah.Aku makin muak pada wali kelasku ini.




















