Maudy dengan pandang mata jijik dan takut memandangi penis lelaki yag tadi mengunyah vaginanya.Maudy belum pernah melihat penis sebesar itu, tampak begitu kokoh dengan urat-urat di sekelilingnya dan kepala penis yang keunguan saking banyaknya darah terjebak di situ. Bokep Jepang Tak kurang 10 menit itu berlangsung, sampai Maudy merasakan jemari yang menguakkan liang vaginanya melepaskan tarikannya.Kini, yang dirasakannya adalah dinding vaginanya yang menjepit lidah lelaki itu. oowwhhhh….” tubuh Maudy tiba-tiba lemas, tetapi sesekali terlonjak-lonjak di luar kendali dirinya. Maudy kemudian menerima cabikan celdamnya dari lelaki di depannya. Posisinya yang demikian membuat bagian tubuhnya yang paling pribadi, terbuka bebas. Maudy menahan napasnya ketika merasa ujung belati menekan tepat di ‘pintu’ kemaluannya. “Ka..ka…kamu…mau apa….?” Maudy gemetaran sambil menyilangkan kedua tangan di dadanya. “Udah cepet, liat masih perawan apa kagak,” sahut temannya yang tak bosan-bosan meremas payudara Maudy dari luar bajunya.




















