“Eh, Tom. Namun, yang namanya rezeki memang enggak kemana. XNXX Bokep Enak banget Will,” katanya dengan suara mendesis. Gede banget Tom. Hampir dini hari malah. Meski tak bisa memarahi kelakukan binal anak-anaknya, tapi Papa suka ngomel atau ngasih nasehat. Di selangkangannya kulihat sebatang kontol dengan ukuran luar biasa. Aku tak ingin kehilangan momen yang indah itu sedetikpun. Otomotif, sport, musik, dan pasti ngesex. Karena ada bantuan penerangan dari lampu lemari es. Bagus banget bentuk kontolnya, pikirku. Gila!” rutukku dalam hati. “Baru aja ma,” sahutku. Karena seringnya si Willy di rumah, aku dan adik-adikku jadi akrab dengan dia. Ada apa denganku ini? Rutukku lagi dalam hati. Segera kuambil minuman dingin dari lemari es. Soalnya dia juga sering bawa cowok ganteng ke kamarnya. Dan selama rentang waktu itu, aku jadi pengamat selangkangan Willy jadinya.




















