Seperti kesetanan ia melompat ke atas meja lalu membalikkan tubuhku hingga terlentang di atas meja. Kini aku telah dikuasai oleh Pak Tommy. Bokep Kurasakan vaginaku semakin basah, baik oleh air liur Pak Tommy maupun cairan cinta yang keluar dari dalam vaginaku.“Ohhhhhh…. akhhhhhh…..” racau Pak Tommy sambil menggenjot lubang memeku.“Cepok, cepok, cepok…” suara pinggul Pak Tommy saat bertumbukan dengan bongkahan pantatku yang sedang membusung ke arahnya.Aku sedang dinikmati dengan posisi doggy. Salah satunya adalah bosku, seorang keturuan Cina, yang sekaligus pemilik dari biro konsultasi tempatku bekerja. Aku ingin menolak dan lari, namun aku sadar bahwa aku tidak lagi punya kuasa. Ia duduk di sofa, sedangkan aku kini tersimpuh di lantai ruang itu.“Ohhh… mbak Vania Angel… ohhhh… kuluman mbak lebih enak dari lonte pelabuhan hhhhhh… mhhhh..”Setelah puas dengan mulutku, pak Muklis menyuruhku untuk terlentang di sofa.




















