Setelah puas memainkan jari-jariku dilubang vaginanya, kulepaskan dekapan dari tubuhnya. Bokep Family Akhh.. Mungkin karena sudah sepuluh tahun tidak pernah terjamah laki-laki. Tanpa rasa jijik sedikitpun dia menjilati dan menelan sisa-sisa spermaku.Suara ranjang berderit di dalam kamar, membuat kami bergegas memakai pakaian dan pergi ke kamar mandi membersihkan badan. Sedott.. Belumm.. Luar biaassaa.. Membuat buah dadanya bergoyang-goyang. “Tante mau khan, setiap malam kusetubuhi?” tanyaku. Meski agak susah, akhirnya amblas juga seluruh batang penisku ke dalam lubang vaginanya.Tante Sari mulai menaik-turunkan pantatnya, dengan irama pelan. Perlahan-lahan aku mulai menarik dan mendorong pantatku, sambil memasukkan jari-jariku ke lubang vaginanya. Hingga penisku semakin dalam masuk kemulutnya.“Akhh.. Te.. Keluarr,” lolongnya panjang.Dan kurasakan ada cairan yang merembes membasahi dinding-dinding vaginanya. Mau keluarr,” teriakku. Don.. “Keluarin.. Oh ya, Tante Sari bukanlah ibu kandung Mbak Irma.




















