Aku semakin tak bisa menahan kedutan di celanaku. Bokep Montok Cepat kupetik papaya di depan rumah ( padahal itu milik Lik Yanto, tetangga) kubelah pakai pisau. Satu tangannya di pundakku. Aku di Jogja, Mas Pras kerja di Semarang. Aku malu sekali. Sayur sudah masak. Tatapan matanya menyihirku untuk mengangguk. Aku malah setengah meremas pada ujung-ujungnya. Bulik Saodah cukup ramah. Aku pijit dengan ragu-ragu. Dia lalu merebagkan kepalanya di meja makan. Aku merasa sendirian kalau kamu pergi main atau kamu begitu krasan di rumah Mas Yanto. Kalau sifat galaknya kambuh itu tanda Mbak Narsih minta. Rengkuhan tangannya begitu lembut penuh kehangatan. Dia adalah sopir truk antar-propinsi.




















